Komunitas ialah kumpulan dari berbagai
populasi yang hidup pada suatu waktudan daerah tertentu yang saling
berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain.
Komunitas memiliki derajat keterpaduan
yang lebih kompleks bila dibandingkan dengan individu dan populasi.
Secara umum Komunitas adalah sebuah kelompok sosial dari beberapa
organisme yang berbagi lingkungan, umumnya memiliki ketertarikan dan
habitat yang sama. Dalam komunitas manusia, individu-individu di
dalamnya dapat memiliki maksud, kepercayaan, sumber daya, preferensi,
kebutuhan, risiko dan sejumlah kondisi lain yang serupa. Komunitas
berasal dari bahasa Latin communitas yang berarti “kesamaan”, kemudian
dapat diturunkan dari communis yang berarti “sama, publik, dibagi oleh
semua atau banyak.
B. Nama Komunitas
Nama komunitas harus dapat memberikan
keterangan mengenai sifat-sifatkomunitas tersebut. Cara yang paling
sederhana, memberi nama itu dengan menggunakankata-kata yang dapat
menunjukkan bagaimana wujud komunitas seperti padang rumput, padang
pasir, hutan jati.
Cara yang paling baik untuk menamakan
komunitas itu adalah dengan mengambil beberapa sifat yang jelas dan
mantap, baik hidup maupun tidak.
Ringkasannya pemberian nama komunitas dapat berdasarkan :
- Bentuk atau struktur utama seperti jenis dominan, bentuk hidup atau indikator lainnya seperti hutan pinus, hutan agathis, hutan jati, atau hutan Dipterocarphaceae,dapat juga berdasarkan sifat tumbuhan dominan seperti hutan sklerofil.
- Berdasarkan habitat fisik dari komunitas, seperti komunitas hamparan lumpur,komunitas pantai pasir, komunitas lautan,dll.
- Berdasarkan sifat-sifat atau tanda-tanda fungsional misalnya tipe metabolisme komunitas. Berdasarkan sifat lingkungan alam seperti iklim, misalnya terdapat didaerah tropik dengan curah hujan yang terbagi rata sepanjang tahun, maka disebuthutan hujan tropik.
Di alam terdapat bermacam-macam komunitas yang secara garis besar dapat dibagi dalam dua bagian yaitu:
1. Komunitas akuatik Komunitas ini misalnya yang terdapat di laut, di danau, di sungai, di parit atau dikolam
2. Komunitas terestrial yaitu kelompok organisme yang terdapat di pekarangan, di hutan, di padangrumput, di padang pasir, dll.
D.Struktur Komunitas
Karakter komunitas
- Kualitatif seperti komposisi, bentuk hidup, fenologi dan vitalitas. Vitalitas menggambarkan kapasitas pertumbuhan dan perkembangbiakan organisme.
- Kuantitatif, seperti Frekuensi, densitas dan densitas relatif. Frekuensi kehadiran merupakan nilai yang menyatakan jumlah kehadiran suatuspesies di dalam suatu habitat. Densitas (kepadatan) dinyatakan sebagai jumlah atau biomassa per unit contoh,atau persatuan luas/volume, atau persatuan penangkapan
- Sintesis adalah proses perubahan dalam komunitas yang berlangsung menuju ke satu arah yang berlangsung lambat secara teratur pasti terarah dan dapat diramalkan. Suksesi-suksesi terjadi sebagai akibat dari modifikasi lingkungan fisik dalam komunitasnya dan memerlukan waktu. Proses ini berakhir dengan sebuah komunitas atau ekosistem yang disebut klimas. Dalam tingkat ini komunitas sudah mengalami homoestosis. Menurut konsep mutahir suksesi merupakan pergantian jenis-jenis pioner oleh jenis-jenis yang lebih mantap yang sangat sesuai dengan lingkungannya.
Suksesi dapat dibagi menjadi dua, yaitu :
1. Suksesi primer yaitu bila ekosistem
yang mengalami gangguan yang berat sekali, sehingga komunitas awal (yang
ada) menjadi hilang atau rusak total, menyebabkan ditempat tersebut
tidak ada lagi yang tertinggal danakhirnya terjadilah habitat baru.
2. Suksesi sekunder yaitu prosesnya sama
dengan yang terjadi pada suksesi primer, perbedaannya adalah pada
keadaan kerusakan ekosistem atau kondisi awal pada habitatnya. Ekologi
tersebut mengalami gangguan, akan tetapi tidak total, masih ada
komunitas yang tersisa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar